Blog Update Informatif

10 Tip Berpose untuk Foto Potret Yang Bagus

Apakah Anda suka potret, tetapi model Anda tidak profesional? Keyakinan dalam model Anda adalah hal pertama yang harus dilakukan dan untuk itu, terkadang perlu untuk memandu dan mengarahkannya untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Dalam artikel ini, kami menawarkan beberapa tip dan trik sederhana untuk mengoptimalkan pose subjek Anda dan membuat foto Anda lebih alami, spontan, dan dinamis.

# 1 Buat Model Anda Tersenyum

(c) Michael Dam

Potret tersenyum selalu lebih menarik. Senyuman membuat potret lebih cerah dan juga membantu sedikit mengangkat mata. Buat model Anda tersenyum dan buat dia percaya diri untuk memiliki senyum alami dan bukan senyum yang dipaksakan. Beberapa tip kecil memungkinkan hal ini: jadilah diri Anda sendiri yang tersenyum, minta model Anda untuk tersenyum, minta dia memikirkan sesuatu yang menyenangkan, berikan pujian padanya, dll. Selalu perhatikan viewfinder untuk menangkap senyum alami terkenal yang biasanya muncul beberapa detik setelahnya. senyum yang dipaksakan atau setelah pertukaran.

# 2 Kepala Sedikit ke Atas

Kepala Sedikit ke Atas
(c) Peter Sjo

Meminta model Anda untuk sedikit mengangkat kepalanya adalah trik untuk menghindari bayangan dan terlalu banyak lipatan di leher, terutama saat subjek Anda menghadap ke depan. Ini juga memberi perasaan menyelam rendah yang alami dan dengan demikian memberi lebih banyak arti penting bagi model Anda. Dalam pose ini, meminta untuk mengendurkan bibir akan membuat Anda memiliki wajah yang tidak terlalu tegang dan tampilan yang lebih alami.

# 3 Posisi Bias

Posisi Bias
(c) kacang mete

Pose bias (sekitar 45 °) sangat populer dalam fotografi. Ini memungkinkan cahaya untuk menyorot satu sisi wajah dan menandai bayangan di sisi lain untuk rendering yang kontras, tanpa sepenuhnya menghapus bagian kiri atau kanan subjek, tidak seperti foto profil. Dengan bermain-main dengan pencahayaan dan dengan pose subjek, dimungkinkan untuk mendapatkan rendering yang bervariasi dan gambar yang lebih kontras dibandingkan dengan pose wajah.

# 4 Lihat Lurus Ke Lensa

Lihat Lurus Ke Lensa
(c) Jimmmy Fermin

Jika model Anda cukup percaya diri, menatap lensa adalah pose yang sederhana namun efektif, terutama jika Anda ingin membidik potret yang sempit. Ingatlah untuk fokus pada mata dan buka diafragma Anda untuk meningkatkan kedalaman bidang guna menonjolkan model Anda untuk rendering yang lebih intens.

# 5 Posisi Berbaring

Posisi Berbaring
(c) Hisu Lee, Keem Ibarra

Potret tidak terbatas pada posisi berdiri dan subjek tetap. Posisi berbaring memungkinkan untuk mendapatkan efek penyelaman yang agak sinematik. Dengan demikian dimungkinkan untuk bermain-main dengan rambut di tanah atau dengan lengan terentang di atas kepala, misalnya. Itu juga memungkinkan untuk menciptakan berbagai efek kedalaman seperti yang ditunjukkan oleh gambar seorang pria di dalam air.

# 6 Berpose Dalam Gerakan

Pose Dalam Gerakan
(c) Anthony Formin dan Nathan Dumalo

Gerakan juga merupakan alat yang bagus digunakan untuk pose asli. Saat berjalan, melompat, atau berhenti untuk berbalik di menit terakhir, ada beberapa alternatif yang akan menonjolkan gerakan rambut dan memberi kesan yang lebih dinamis pada gambar Anda. Dibutuhkan lebih banyak latihan dan teknik, tetapi dengan sedikit kesabaran, waktu pemaparan yang tepat, dan model kooperatif, Anda harus segera menguasainya.

# 7 Lengan Disilangkan

Lengan Disilangkan
(c) Warren wong

Posisi lengan menyilang adalah klasik untuk potret yang lebih serius, untuk subjek yang kesulitan mengendurkan bahu, atau untuk mereka yang tidak yakin apa yang harus dilakukan dengan lengan mereka. Dari depan atau di profil, hal ini tidak menghalangi model untuk tersenyum, tetapi dapat memposisikan dirinya dengan lebih nyaman dan lebih mantap di tanah agar lebih mudah berkonsentrasi pada tujuan.

# 8 Pose Spontan

Pose Spontan
(c)

Sebagai seorang fotografer, Anda adalah pemandu utama untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, tetapi terkadang Anda harus mempercayai model Anda dan tidak terlalu direktif dalam membiarkan dia memilih postur tubuhnya, ekspresi yang ingin dia sampaikan, dan percaya padanya. Jika dia menunjukkan inisiatif, itu pertanda baik, itu artinya dia nyaman. Ini memungkinkan Anda mendapatkan foto spontan yang sangat sukses, terkadang aneh, lucu, tidak terduga, atau bahkan orisinal.

# 9 Posisi Duduk

Posisi Duduk
(c) Milan Popovic, Ronald Denes

Posisi duduk merupakan posisi yang umum untuk memotret. Namun, kita harus memastikan posisi kaki dan lengan yang benar agar tidak mengganggu gambar, karena pandangan sang modellah yang menarik minat kita. Hindari kedua kaki diperpanjang pada saat yang sama di tanah dan pilih penyeberangan mereka atau lebih suka lutut terangkat untuk garis yang lebih menarik secara visual.

# 10 Keluar Dari Pose Klise

Keluar Dari Pose Klise
(c) Vince Fleming

Menemukan pose orisinal dan keluar dari klise adalah cara terbaik untuk meningkatkan potret Anda. Semua contoh di atas adalah klasik dan penting, tetapi jangan ragu untuk pergi keluar untuk menyempurnakan diri sendiri. Bermainlah dengan dekorasi, dengan kedalaman bidang, cahaya, percayalah pada model Anda. Potret bisa lebih dari sekedar gambar yang indah, tapi juga bisa memiliki tujuan dokumenter, menjadi aneh, abstrak, dan mengekspresikan banyak hal yang berbeda.

Fotografi Headshot

Keluar Dari Pose Klise
(c) lensologi

Fotografi headshot adalah salah satu jenis fotografi yang paling populer dan telah menjadi pasar yang sangat baik bagi para fotografer. Semua orang membutuhkan foto kepala dari lebah pekerja perusahaan hingga influencer media sosial. Fotografer Headshot Perusahaan Ft Lauderdale dari Lensology dapat membuat gambar Anda POP. Mereka menjual bakat serta produk yang Anda buat. Di studio atau lokasi pilihan Anda, mereka dapat menghadirkan pencahayaan studio dan membantu Anda membawa visi Anda ke Dunia.

KESIMPULAN

Pose sederhana sudah cukup untuk menghasilkan potret foto yang bagus: senyuman, tatapan mata. Kuncinya adalah mengetahui cara menarik perhatian model Anda. Posisi subjek Anda dan orientasi cahaya, bagaimanapun, memungkinkan potret yang lebih dinamis dan kontras. Dalam posisi bersudut, duduk atau tiduran, pembingkaian juga merupakan elemen penting untuk menonjolkan model Anda. Pergerakan ini menambahkan sedikit sentuhan teknis tambahan. Terakhir, ingatlah untuk keluar dari bidikan dan berlatih sebanyak mungkin dengan membimbing dan memercayai model Anda untuk menyempurnakan potret Anda.

You may also like...